Konfigurasi DHCP Server pada Debian 9

Konfigurasi DHCP Server pada Debian 9

Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) merupakan layanan yang secara otomatis memberikan alamat IP kepada komputer yang memintanya. komputer yang memberikan alamat IP inilah yang disebut sebagai DHCP server, sedangkan komputer yang melakukan request disebut DHCP Client. Intinya, fungsi dari DHCP ini adalah dapat memberikan alamat IP secara otomatis kepada komputer yang melakukan request.

Pada artikel kali ini TeknoWebApp akan memberikan tutorial Cara Setting / Konfigurasi ISC DHCP Server di Debian 9. Sebelum melakukan konfigurasi DHCP server, pastikan Anda telah menkonfigurasi Static IP Address di Interfaces yang akan menjadi DHCP Server.

Seperti biasa, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah memastikan bahwa Anda sudah login sebagai user root (super user). Jika belum, silahkan ketikkan perintah "su" lalu isikan password root yang sesuai saat instalasi.

Selanjutnya, Anda perlu menginstall package DHCP servernya, ketikkan perintah:

apt install isc-dhcp-server -y

Setelah installasi selesai, masuk ke file konfigurasi DHCP dengan perintah berikut

nano /etc/dhcp/dhcpd.conf

dan cari baris dengan awalan # A Slightly

Lalu, ubah menjadi seperti ini atau setidaknya sesuaikan dengan IP Address yang ada pada konfigurasi alamat IP statis Anda

Penjelasan:

  • range 192.27.30.10 192.27.30.20 = Menentukan rentang alamat IP yang nantinya akan digunakan (disewakan) untuk client.
  • option domain-name-servers = Alamat IP atau alamat server DNS yang mungkin digunakan client.
  • option domain-name = Nama domain yang akan diberikan kepada client untuk digunakan.
  • option routers = Mendefinisikan alamat IP dari gateway Anda atau titik keluar jaringan.
  • option broadcast-address = Alamat IP terakhir (alamat IP yang digunnakan untuk melakukan Broadcasting keseluruh host didalam sebuah jaringan).
  • default-lease-time = angka yang menetapkan waktu sewa default dalam hitungan detik.
  • max-lease-time = angka yang menentukan waktu sewa maksimum, dalam hitungan detik.

Setelah itu, tentukan interface mana yang akan digunakan untuk client, ketikkan

nano /etc/default/isc-dhcp-server

karena pada konfigurasi Static IP Address menggunakan enp0s3 (ethernet 1), maka tambahkan enp0s3 pada INTERFACESv4="", dan tambahkan # didepan INTERFACESv6="" karena tidak kita gunakan

Setelah semua konfigurasi selesai, kita perlu merestart isc-dhcp-server dengan perintah berikut

/etc/init.d/isc-dhcp-server restart

Mungkin cukup sekian tutorial tentang Cara Konfigurasi DHCP Server pada Debian 9, jika bermanfaat silahkan share keteman-teman kalian supaya mereka tau apa yang kalian tau. Jika ada kesulitan silahkan tinggalkan komentar.

Suluh Sulistiawan   Suluh Sulistiawan Sabtu, 07 Desember 2019 365 View Debian

Komentar